Selamat datang EPL 2012/2013 ! Kurang dari 24 jam lagi, kita akan menyaksikan kembali kasta tertinggi liga sepakbola di tanah Inggris. 20 tim telah mempersiapkan racikan - racikan istimewa yang dapat mengantarkan timnya melalui medan berat 38 pertandingan (belum termasuk F.A. Cup, League Cup dan ajang eropa bagi yang menjalankannya). Bursa transfer musim panas menjadi ajang adu gengsi dan adu pamer skuad. Laga pre-season dijalankan untuk mengasah pemain baru, bakat muda terpendam, sampai urusan pelebaran sayap bisnis.
Mari mulai dari sang jawara, Manchester City. Tidak ada nama yang fantastis! bombastis! dan jegerrrrr!!! didatangkan Sheikh Mansour ke Etihad Stadium, hanya ada nama Jack Rodwell sejauh ini yang berhasil didatangkan City. Tentunya City tidak mau masa bulan madunya dengan trofi EPL berakhir lebih cepat dari masa pacaran Anang-Ashanti, City menjaga kesolidan timnya dengan tidak membeli banyak pemain baru. Atau City mulai tidak pede dengan jumlah hutang dan kewajiban dari Financial Fair Play (FFP) yang membuat City harus mencapai Break Even Point pada musim mendatang. Alasan kedua agak meragukan, apalagi melihat kekayaan Sheikh Mansour dan tingkat kesetiaan fans City yang akan memadati Etihad dan pulang mampir ke toko cinderamata sekedar membeli tempelan kulkas berlogo Manchester City. Sempat merasakan dua dekade tanpa gelar dan terus mendukung bersama, tentu kesetiaan mereka tiada tara. Namun, apa yang dilakukan para lawan disaat City adem ayem ?
Lihat dua tim besar yang musim lalu berada di tempat yang tidak semestinya (setidaknya menurut fans mereka), Chelsea dan Liverpool. Kedua tim memilih jalan yang berbeda untuk mendongkrak posisi di musim 2012/2013. Chelsea mendatangkan nama besar seperti Eden Hazard (juga termasuk mendatangkan adiknya, mungkin ikut pula ibu dan bapaknya), Marko Marin dan Oscar yang katanya fenomenal. Tidak berhenti sampai disitu, karena masih sering terlihat para fans Chelsea me-retweet kabar tentang usaha Chelsea mendatangkan setidaknya dua nama baru, Victor Moses dan Cesar Azpilicueta. Memang taipan minyak asal Rusia tidak pernah puas, atau ia sekedar jaga - jaga tidak ingin mengulang peristiwa terdahulu dimana harus memegang dan mengelus dadanya sambil bersandar lesu di bangku kehormatan stadion.
Liverpool memilih cara yang berbeda, mereka mendatangkan Brendan Rodgers dari Swansea untuk memberikan aroma ke-Barcelona - Barcelona-an yang sukses ia mainkan di Swansea kepada pendukung setia Liverpool di Anfield. Ditambah kehadiran Borini dari Roma, Joe Allen yang juga anak asuh Rodgers di Swansea dan dua terget transfer lainnya, Nuri Sahin dan Clint Dempsey yang akan membuat lini tengah Liverpool padat penuh sesak.
Bagaimana dengan Manchester United ? Rasa sakit hati musim lalu yang dijalani dengan hilangnya calon trofi EPL ke-20 mereka, kalah di F.A. Cup dan League Cup serta tergusur dari UCL di babak grup dan hanya jadi penggembira di Europa League tentu harus dikubur dalam - dalam. United memulai musim baru dengan tambahan amunisi yang cukup menjanjikan. Shinji Kagawa diboyong dari Dortmund dan RvP dari tim yang hobi menjual bintang dan membakar kaos mantan bintangnya yang katanya memiliki stadion terbaik di dunia. Pencapaian United pada bursa transfer musim ini tergolong baik, setelah sempat disakiti Lucas Moura dengan harapan palsu. Musim ini menjadi pembuktian bagi Sir Alex Ferguson bahwa ia masih mampu memimpin United dan mengunyah permen karet di pinggir lapangan.
Lalu bagaimana dengan tim lain yang mampu merusak hegemoni tim - tim besar ? Seperti Spurs dan Newcastle misalnya. Spurs terlihat sangat serius menyongsong musim baru, mendepak Harry "Houdini" Redknapp digantikan dengan pelatih muda dengan hobi jongkok, Andre Villas-Boas. Juga masuknya Verthongen serta Gylfi Sigurdsson membuat kepergian Ledley King yang pensiun dan Luca Modric yang semakin dekat ke Real Madrid menjadi berita yang tidak perlu dihebohkan para fans Spurs. Newcastle sendiri tidak banyak berubah. Duet fenomenal musim lalu, Demba Cisse dan Demba Ba masih menjadi senjata utama didukung Ben Arfa dan Cabaye di lini kedua.
Siap tidak siap, Sabtu 18 Agustus, genderang perang EPL segera ditabuh dan terus bersuara selama 38 pekan. Selamat menyaksikan dan upsss... ada yang terlewat. Tim yang hobi menjual bintang dan membakar kaos mantan bintangnya yang katanya memiliki stadion terbaik di dunia (selanjutnya sebut saja Arsenal) lupa dibahas. Mari dibahas, mereka kedatangan Lukas Podolski dan Olivier Giroud sebagai senjata terbaru yang dapat menghancurkan lawan dan pindah ke tim lain musim depan. Sekian.
Friday, August 17, 2012
Thursday, May 31, 2012
EURO 2012 - Players to Watch
Perhelatan akbar Euro 2012 segera dimulai, empat tahun sudah berlalu sejak gol tunggal Fernando Torres ke gawang Jens Lehman mengantar Spanyol menjadi juara Eropa. Kini, enam belas negara kembali adu strategi untuk mengangkat trophy Henri Delauney dan menjadi juara di ajang yang digelar untuk keempat belas kalinya.
Setiap negara telah menyiapkan amunisi terbaik yang dapat dibawa ke Ukraina-Polandia. Saya telah menyiapkan enam belas nama dari tiap negara yang patut kita tunggu aksinya pada ajang empat tahunan ini.
Grup A
Polandia : Robert Lewandowski (Striker-Borussia Dortmund)
Mengantar Borussia Dortmund back to back champion plus juara DFB Pokal merupakan prestasi yang tidak bisa dibilang kecil, torehan golnya di musim ini yang mencapai 30 gol disemua ajang, termasuk 22 gol di Bundesliga menjadi bukti berbahayanya pemain ini. Dalam skuad yang telah dirilis Franciszek Smuda dapat dilihat Lewandowski akan di plot sebagai striker tunggal, bersama rekannya di Borussia Dortmund, Jakub Blaszczykowski dan Lukasz Pisczek patut ditunggu aksi dan gol - gol dari Robert Lewandowski di Ukraina-Polandia.
Yunani : Kyriakos Papadopoulos (Defender-Schalke 04)
Masih berusia 20 tahun namun telah menjadi andalan di lini belakang Schalke 04 serta turut membawa Schalke 04 finish di urutan tiga Bundesliga. Menampilan konsistennya di lini belakang Schalke 04 harusnya membuat pelatih Yunani, Fernando Santos, menjadikan Papadopoulos sebagai starting line-up Yunani di Euro 2012 nanti. Terlebih jika kita melihat prestasi Yunani setelah juara pada Euro 2004 dapat dikatakan jauh dari kata bagus. Papadopoulos memiliki tipikal permainan yang keras dan tangguh, dengan tinggi 1.83m dan berat 85kg rasanya cocok untuk memberikan kemudi lini belakang Yunani kepadanya.
Rusia : Alan Dzagoev (Midfielder-CSKA Moscow)
Playmaker berusia 21 tahun ini dikenal memiliki teknik yang bagus, digadang oleh para pengamat sepakbola sebagai calon pengatur serangan terbaik di Rusia tidaklah salah, terutama jika kita melihat permainannya untuk CSKA Moscow musim ini. Posisinya mungkin sedikit tumpang tindih dengan Arshavin, namun Dzagoev memiliki tipikal permainan yang lebih elegan dan flamboyan yang dapat mengingatkan kita kepada Il Tsar, Alexandr Mostovoi yang termahsyur namanya di era 90-an. Patut disimak apakah Dick Advocaat memberikan porsi cukup kepada pemain yang satu ini pada Euro 2012 nanti.
Rep. Ceska : Tomas Pekhart (Striker-FC Nuremberg)
Sebetulnya ada nama lain yang dapat diajukan, Tomas Necid yang sering disebut sebagai The Next Zlatan Ibrahimovic, namun cidera ligamen yang mengganggunya musim ini menjadi kendala permainannya bagi Rep. Ceska. Kembali pada Tomas Pekhart, saya masih ingat permainan menariknya pada UEFA under-21 Championship, termasuk golnya yang menyingkirkan Inggris. Pekhart juga mengantar Rep. Ceska ke final World Cup under-20 namun kalah oleh Argentina. Bersama tandemnya Necid menarik untuk dilihat kiprahnya bagi tim asuhan Michal Bilek.
Grup B
Belanda : Kevin Strootman (Midfielder-PSV Eindhoven)
Muncul sebagai rising star PSV Eindhoven dengan caps 18 game dan 2 gol membuat beberapa klub besar memasukkan namanya pada list incaran pada bursa transfer. Jika kita lihat permainan Strootman maka akan terbayang kuatnya permainan Patrick Vieira namun dengan akurasi umpan yang lebih baik. Untuk Belanda, Strootman akan mengisi pos Mark van Bommel yang mulai termakan usia, ini pun jika Bert van Marwijk masih mempertahankan strategi anti-Belanda nya.
Denmark : Christian Eriksen (Midfielder-Ajax Amsterdam)
Baiknya tulisan ini dihentikan sampai sini, tidak ada lagi yang perlu dijelaskan mengenai Eriksen. Visi yang bagus, dapat mengatur ritme permainan, dapat bermain dengan sempurna sebagai playmaker dan tidak mengecewakan bila ditempatkan sejajar dengan garis tengah. Pemain ini menjadi roh Ajax dalam menjuarai Eredivisie musim ini, bersama Denmark permainannya melejit pada UEFA under-21 Championship. Satu tempat utama akan disediakan Morten Olsen untuknya.
Jerman : Mario Goetze (Midfielder-Borussia Dortmund)
Sama halnya dengan tulisan diatas, rasanya dengan hanya menyebut namanya kita sudah tau kualitas permainannya. Cepat dan memiliki teknik tinggi ditambah dua kaki yang sama kuatnya menjadi alasan kenapa Goetze menjadi kekuatan utama klubnya musim ini, walaupun sempat dirundung cedera di akhir musim namun kualitasnya tetap terjaga. Semoga saja Joachim Low memberikan satu tempat kepadanya terlebih menurunnya performa Thomas Muller, tidak seperti World Cup 2010 lalu yang hanya sebagai ban serep.
Portugal : Joao Moutinho (Midfielder-Porto)
Bosan rasanya bila melulu nama Cristiano Ronaldo atau Luis Nani yang disebut sebagai kunci permainan Portugal, terlalu mainstream. Portugal masih memiliki Joao Moutinho, pemain yang masuk pada usia matang. Menjadi kekuatan lini tengah Porto dalam menjuari liga musim ini, baik dalam menyerang juga bertahan sehingga dapat mengimbangi permainan Ronaldo dan Nani yang sangat menyerang. Jika tidak cedera maka jaminan satu tempat di skuad Paulo Bento menjadi miliknya dan semoga saja ia dapat membantu Ronaldo, paling tidak agar tidak menangis lagi.
Grup C
Spanyol : Fernando Torres (Striker-Chelsea)
Tadinya saya menaruh nama Roberto Soldado, namun dalam rilisan terakhir skuad Vicente del Bosque nama itu menghilang. Agak mengagetkan jika nama Torres masuk dalam player to watch Spanyol yang dipenuhi segudang pemain bertalenta. Lebih parah lagi jika melihat apa yang Torres sudah lakukan musim ini, aksi lucunya saat bertandang ke Old Trafford, serta torehan golnya yang tidak lebih dari Miljan Radovic dari Persib. Tapi bukan Torres namanya jika tidak bisa mengejutkan dunia, kita tunggu saja.
Italia : Claudio Marchisio (Midfielder-Juventus)
Tidak tersentuhnya Juventus oleh kekalahan di Serie A tidak lepas dari peran Claudio Marchisio. Gelandang pekerja keras ini tampil begitu konsisten, catatan 36 game 9 gol dan 4 assist buktinya. Ia mampu bermain bertahan dan menyerang sama baiknya tipikal pemain tengah yang komplit, keras saat bertahan lalu tiba - tiba berada pada lini depan Juventus untuk memecah kebuntuan. Cesare Prandelli tentu menyadari betul hal ini dan tidak punya alasan untuk tidak memasukkan apabila ia fit.
Rep. Irlandia : James McClean (Midfielder-Sunderland)
Pada putaran pertama EPL nama James McClean tidak banyak orang tahu, talentanya tertutupi oleh Steve Bruce yang jarang memainkannya, namun setelah masuknya Martin O'Neill sebagai manajer Sunderland, nama McClean mencuat. McClean memiliki kecepatan dan cukup agresif dalam bertahan dan menyerang, sumbangan 5 gol bagi Sunderland dapat dikategorikan cukup subur bagi seorang gelandang sayap. Minimnya pemain bagus di Rep. Irlandia membuat Giovanni Trappatoni pikir - pikir untuk menyingkirkan namanya.
Kroasia : Nikica Jelavic (Striker-Everton)
Kata siapa butuh uang besar untuk mendapatkan servis striker haus gol ? Nikica Jelavic terbukti salah satu transfer sukses pada musim dingin kemarin, 9 gol dari 13 game cukup menjadi bukti. Saat masuk Everton, Jelavic muncul sebagai striker menakutkan, tidak bisa dilupakan aksinya ke gawang Manchester United yang mengagalkan niatan MU untuk gelar ke-20 nya. Jika dilihat dari skuad yang dibawa Slaven Bilic ke Ukraina-Polandia, Jelavic memiliki kemungkinan besar masuk starting line-up dan mencetak gol, sebab pemain tengah Kroasia cukup ampuh dalam masalah suplai bola.
Grup D
Ukraina : Andriy Yarmolenko (Striker-Dynamo Kiev)
Nama Artem Milevskiy harus dicoret dari list calon pengganti Andriy Shevchenko. Ya, sekarang Ukraina punya Andriy Yarmolenko, dengan usia yang masih muda, ia mampu menjadi striker utama Dynamo Kiev. 12 gol yang dihasilkan dari 28 pertandingan memperlihatkan ketajamannya. Yarmolenko dapat berposisi sebagai striker maupun winger. Bila Shevchenko menjadi kapten Ukraina asuhan Oleg Blokhin, maka patut ditunggu aksi dua striker berkelas beda generasi ini.
Swedia : Sebastian Larsson (Midfielder-Sunderland)
Performa yang tidak stabil dari Zlatan Ibrahimovic bersama Swedia menjadi alasan kenapa Sebastian Larsson saya masukan. Larsson tampil konsisten musim ini bagi Sunderland, 32 game plus 7 gol ia berikan bagi Sunderland. Larsson merupakan gelandang yang memiliki tendangan jarak jauh yang baik, umpannya pun cukup baik. Menarik menyaksikan aksinya di lini tengah Swedia bersama Rasmus Elm dibawah pelatih Erik Hamren.
Perancis : Hatem Ben Arfa (Midfielder-Newcastle United)
Musim in merupakan musim lahirnya kembali Hatem Ben Arfa. Pemain yang dulu digadang lebih baik dari Samir Nasri ini sempat menurun performanya akibat sifat kerasnya dan hantaman Nigel de Jong di awal karirnya untuk Newcastle United. Semoga saja Laurent Blanc dapat memaksimalkan talentanya sebaik yang dilakukan Alan Pardew. Jika Hatem Ben Arfa masuk dalam starting line-up Perancis menarik menyaksikan aksinya bersama para alumni Clairefontaine.
Inggris : Andy Carroll (Striker-Liverpool)
Sama halnya dengan Fernando Torres, striker kuncir ini menjadi tanda tanya besar dari kasus transfer besar hasil minim yang menjangkiti EPL beberapa musim ini. Namun sepertinya Roy Hodgson memberikan mandat kepada Carroll untuk menggantikan peran Rooney yang terkena sanksi kartu merah dalam dua laga awal melawan Perancis dan Swedia. Semoga Carroll dapat mengejutkan kita semua. Siapkan kuncir anda !
Subscribe to:
Comments (Atom)
