Friday, August 17, 2012

Medan Laga Bernama EPL

Selamat datang EPL 2012/2013 ! Kurang dari 24 jam lagi, kita akan menyaksikan kembali kasta tertinggi liga sepakbola di tanah Inggris. 20 tim telah mempersiapkan racikan - racikan istimewa yang dapat mengantarkan timnya melalui medan berat 38 pertandingan (belum termasuk F.A. Cup, League Cup dan ajang eropa bagi yang menjalankannya). Bursa transfer musim panas menjadi ajang adu gengsi dan adu pamer skuad. Laga pre-season dijalankan untuk mengasah pemain baru, bakat muda terpendam, sampai urusan pelebaran sayap bisnis.

Mari mulai dari sang jawara, Manchester City. Tidak ada nama yang fantastis! bombastis! dan jegerrrrr!!! didatangkan Sheikh Mansour ke Etihad Stadium, hanya ada nama Jack Rodwell  sejauh ini yang berhasil didatangkan City. Tentunya City tidak mau masa bulan madunya dengan trofi EPL berakhir lebih cepat dari masa pacaran Anang-Ashanti, City menjaga kesolidan timnya dengan tidak membeli banyak pemain baru. Atau City mulai tidak pede dengan jumlah hutang dan kewajiban dari Financial Fair Play (FFP) yang membuat City harus mencapai Break Even Point pada musim mendatang. Alasan kedua agak meragukan, apalagi melihat kekayaan Sheikh Mansour dan tingkat kesetiaan fans City yang akan memadati Etihad dan pulang mampir ke toko cinderamata sekedar membeli tempelan kulkas berlogo Manchester City. Sempat merasakan dua dekade tanpa gelar dan terus mendukung bersama, tentu kesetiaan mereka tiada tara. Namun, apa yang dilakukan para lawan disaat City adem ayem ?

Lihat dua tim besar yang musim lalu berada di tempat yang tidak semestinya (setidaknya menurut fans mereka), Chelsea dan Liverpool. Kedua tim memilih jalan yang berbeda untuk mendongkrak posisi di musim 2012/2013. Chelsea mendatangkan nama besar seperti Eden Hazard (juga termasuk mendatangkan adiknya, mungkin ikut pula ibu dan bapaknya), Marko Marin dan Oscar yang katanya fenomenal. Tidak berhenti sampai disitu, karena masih sering terlihat para fans Chelsea me-retweet kabar tentang usaha Chelsea mendatangkan setidaknya dua nama baru, Victor Moses dan Cesar Azpilicueta. Memang taipan minyak asal Rusia tidak pernah puas, atau ia sekedar jaga - jaga tidak ingin mengulang peristiwa terdahulu dimana harus memegang dan mengelus dadanya sambil bersandar lesu di bangku kehormatan stadion.

Liverpool memilih cara yang berbeda, mereka mendatangkan Brendan Rodgers dari Swansea untuk memberikan aroma ke-Barcelona - Barcelona-an yang sukses ia mainkan di Swansea kepada pendukung setia Liverpool di Anfield. Ditambah kehadiran Borini dari Roma, Joe Allen yang juga anak asuh Rodgers di Swansea dan dua terget transfer lainnya, Nuri Sahin dan Clint Dempsey yang akan membuat lini tengah Liverpool padat penuh sesak.

Bagaimana dengan Manchester United ? Rasa sakit hati musim lalu yang dijalani dengan hilangnya calon trofi EPL ke-20 mereka, kalah di F.A. Cup dan League Cup serta tergusur dari UCL di babak grup dan hanya jadi penggembira di Europa League tentu harus dikubur dalam - dalam. United memulai musim baru dengan tambahan amunisi yang cukup menjanjikan. Shinji Kagawa diboyong dari Dortmund dan RvP dari tim yang hobi menjual bintang dan membakar kaos mantan bintangnya yang katanya memiliki stadion terbaik di dunia. Pencapaian United pada bursa transfer musim ini tergolong baik, setelah sempat disakiti Lucas Moura dengan harapan palsu. Musim ini menjadi pembuktian bagi Sir Alex Ferguson bahwa ia masih mampu memimpin United dan mengunyah permen karet di pinggir lapangan.

Lalu bagaimana dengan tim lain yang mampu merusak hegemoni tim - tim besar ? Seperti Spurs dan Newcastle misalnya. Spurs terlihat sangat serius menyongsong musim baru, mendepak Harry "Houdini" Redknapp digantikan dengan pelatih muda dengan hobi jongkok, Andre Villas-Boas. Juga masuknya Verthongen serta Gylfi Sigurdsson membuat kepergian Ledley King yang pensiun dan Luca Modric yang semakin dekat ke Real Madrid menjadi berita yang tidak perlu dihebohkan para fans Spurs. Newcastle sendiri tidak banyak berubah. Duet fenomenal musim lalu, Demba Cisse dan Demba Ba masih menjadi senjata utama didukung Ben Arfa dan Cabaye di lini kedua.

Siap tidak siap, Sabtu 18 Agustus, genderang perang EPL segera ditabuh dan terus bersuara selama 38 pekan. Selamat menyaksikan dan upsss... ada yang terlewat. Tim yang hobi menjual bintang dan membakar kaos mantan bintangnya yang katanya memiliki stadion terbaik di dunia (selanjutnya sebut saja Arsenal) lupa dibahas. Mari dibahas, mereka kedatangan Lukas Podolski dan Olivier Giroud sebagai senjata terbaru yang dapat menghancurkan lawan dan pindah ke tim lain musim depan. Sekian.