Wednesday, May 29, 2013

Bye Bye Becks !




Minggu sore di tahun 1998, di hari terakhir libur kenaikan kelas, membuat saya harus bergegas potong rambut ke tukang cukur kesayangan. Kita tahu sampai sekarang saat - saat seperti ini lah dimana tukang cukur lebih ramai dari pada sevel di malam minggu. Rutinitas potong rambut sebelum masuk sekolah selalu terasa mencekam. Saya tidak suka rambut pendek, terlihat seperti Paul Gascoigne. Bantet. Dengan langkah penuh rasa malas, saya memasuki ruangan penuh kaca tersebut, sekelebat terlihat model - model "Top Collection" menempel di dinding. Tidak, saya tidak mau berpotongan seperti John Travolta di film Grease. Jangan, jangan berikan saya nomer 25, itu terlihat seperti Jeff Goldblum di film Jurassic Park. Entah mengapa sore itu saya meneguhkan niat untuk berpotongan seperti David Beckham. Ya, belah tengah yang menawan, walaupun ketika diaplikasikan ke kepala saya tidaklah lebih seperti Paul Gascoigne berambut. Tetap bantet.


Saya memilih Beckham bukanlah asal atau dibisiki hal aneh layaknya Van Persie dibisiki oleh "The Little Boy inside me" saat memutuskan untuk menjadi Judas bagi Arsenal. Beckham saat itu menjadi pujaan saya, bocah berumur 7 tahun. Saat itu tentu saya tidak tahu bahwa Beckham memiliki crossing yang mematikan nan indah, tidak jg tahu bahwa Beckham memiliki tendangan bebas yg akurat dengan posisi menendang yang unik. Beckham yang saya tahu hanya Beckham yang ganteng dan memakai nomer kesukaan saya (nomer 7) di tim kesayangan saya. Ketika beranjak dewasa barulah saya tahu bahwa Beckham adalah ikon sepak bola modern, dialah "brand" bagi dirinya dan apapun yang iya sentuh. Bahkan kalau Beckham mau egois, dia tidak perlu menaruh namanya di sepatu sepakbola keluaran Jerman, dia bisa membuat brand sendiri seperti dia membuat David Beckham Soccer yang menjadi game bola bagi para hipster di PS2.




Sore hari ini saya kembali mengingat apa yang telah Beckham pertontonkan selama saya menikmati sepakbola. Tendangan bebasnya ke gawang Barcelona pada UCL 98/99 begitu indah, Ruud Hesp harus membentangkan tangannya namun tetap tidak bisa menggapai bola tersebut. Ditambah momen selebrasi Beckham yang sebenarnya cukup amburadul namun membekas diingatan karena selalu menjadi opening ditayangan Planet Football di RCTI. Sangat membekas diingatan ketika dua kali tendangan sudut Beckham mengawali dua gol yang membawa MU mendapatkan "Tanah Berjanji"-nya di Final UCL 98/99 yang berakhir teramat dramatis. Bagaimana Beckham menambah cemoohan media Inggris terhadap MU saat mendapat kartu merah karena mendaratkan kakinya ke paha pemain Necaxa pada perhelatan World Club Championship, pada awal musim MU memutuskan untuk tidak mengikuti FA Cup demi mengikuti event tersebut dan ini dinilai memalukan oleh media Inggris. Menurut @hedi, isu kepindahan Beckham ke Real Madrid menjadi berita kepindahan pemain bola dengan durasi terlama. Berita tersebut selalu masuk koran selama 5 bulan. Bahkan melebihi si bocah labil Eden Hazard yang hanya memiliki durasi 3 bulan.



Sayang Beckham tidak memiliki momen emas bersama St George Cross. Kartu merahnya yang ia dapatkan karena aksi teatrikal Diego Simeone, tendangan bebas indahnya ke gawang Yunani, mungkin jadi hal yang kita ingat dari kiprah Beckham bagi timnas Inggris. Juga  kehadirannya di pinggir lapangan pada World Cup 2010 yang membuat para wanita mulai dari dedek - dedek gemes sampai ibu beranak tiga kebingungan mencari pelampiasan dari menawannya Beckham saat itu. Tapi tidak adanya piala yang ia beri bagi timnas Inggris bukanlah persoalan serius, lagi pula Johan Cruyff juga tidak meberikan apa - apa bagi timnas Belanda.



Dipenghujung karirnya, Beckham tetaplah Beckham, tidak pernah meredup. Kepindahaannya ke LA Galaxy membuat nilai jual Major League Soccer meningkat tajam. Dipilihnya sebagai ketua kampanye Inggris dalam memperebutkan tuan rumah World Cup 2018 tidak lebih dikarenakan nilai jual Beckham yang tetap tinggi. Merebak isu yang mengatakan bahwa kepindahan Beckham ke Paris Saint Germain lebih sebagai unjuk kekayaan dari sang owner Nasser Al Khelaifi dan menaikkan pride Qatar dimata dunia. Meminjam kata - kata yang diutarakan Gary Lineker kepada Becks, "A wonderful player, global superstar and a magnificent ambassador for England and for football".



Paris Saint Germain vs Brest menjadi laga terakhirnya, 847 partai telah ia mainkan. Tangisannya saat memeluk Lavezzi yang menggantikannya dimenit 82 diikuti dengan standing ovation dari sekitar 45.000 penonton yang memadati Parc des Prince menjadi pengantar langkahnya keluar dari lapangan yang ia sangat cintai. Beckham mungkin gantung sepatu, namun namanya tidak akan menghilang dari berita. Entah ia akan melanjutkan karir sebagai seorang entertainer atau mengambil kursus kepelatihan atau malah mengambil ekstrakurikuler olahraga lain seperti Michael Jordan ?



Bye Bye Becks!



image by: Getty Images, Associated Press.

No comments:

Post a Comment